Aku dan Sebuah Ruang Bisu (Sejarah)
(1 Bulan sebelum 5 Desember 2009)
Disinilah aku berada, duduk termenung sambil menunggu ayam bakar lengkuas untuk makan malamku, ayam bakar super lezat yang kusuka dan berlokasi di dekat polsek setiabudi, dekat juga dengan kamar mungilku, kosku tercinta. Aku sering makan disitu dengan teman baikku yang (ternyata) mempunyai cita-cita yang sungguh mulia yaitu mempunyai perpustakaan dirumahnya di salah satu daerah perkampungan diluar pulau jawa yang jauh disana.
Sesekali kami lirik sebuah bangunan yang diam membisu dan tampak murung walaupun hari-hari melelahkan sudah terlewati dan memasuki akhir pekan yang sungguh indah. Akhir pkean dimana semua orang bersuka ria menghabiskan waktunya bersama rekan-rekan kerja sejawat dan menghabiskan waktu untuk bersosialisasi.
Disaat itupula, mimpi kami bermulai…di sebuah ruangan bisu, PAUD Melati yang berukuran sekitar 8 x 10 m2……# Taman Ilmu…
Mimpi indah kami untuk coba berbagi dengan warga sekitar setiabudi akan segera terealisasi, kami sadar bahwasanya Tuhan YME menciptakan kami dengan lengkap, full of energy, dan pengetahuan yang kami anggap lumayan untuk bisa dibagikan ke awrga sekitar…walaupun secara finansial masih belum mencukupi, tapi kami yakin kami pasti bisa…
Selanjutnya berbagai pertanyaa muncul diperbincangan kami: bagaimana caranya? apakah mungkin? dan mungkinkah kami bisa berkomitmen?
Sampai akhirnya kami sadar bahwa semuanya seakan-akan hanyalah pengandaian dan kekhawatiran kami, hingga akhirnya kami memantapkan diri. Bismillah…
Dan kemudian bergulirlah sebuah issue dalam perbincangan kami, Apa yah yang memungkinkan diajarkan pada anak-anak dari berbagai level ekonomi ataupun akademik, bagaimana mungkin kami bisa mengalihkan pengetahuan kami melalui pengelompokan jenjang akademik…karena keterbatasan kami juga, kami tidak mungkin mengajarkan setiap level dalam satu waktu mengingat julmah kami …Hingga terpikirlah…yah..yah..sangat tepat….English…Bahasa Inggris….I Love It!!”
Kita buat saja kurikulum kursus yang mana tidak mempedulikan jejang akademik, ibarat saja adik-adik pergi ke lembaga bimbingan (kursus) yang masuk ke basic 1, tidak peduli jenjang akademik, ide brilian!!!” kataku ke mba dwi.
Sekarang bagaimana caranya kita mempunyai tempat yang bisa kami pakai setiap hari sabtu atau minggu?
Tiba-tiba secara serentak, terucap dari mulut kami: “PAUD Melati!!”
Yah di dekat situlah kami dahulu mulai mempunyai mimpi kami…mempunya sebuah taman yang selalu rame dikunjungi di tiap hari sabtu atau minggu, ditaman itulah kami berbagi dan bertukar ilmu…#Taman Ilmu..
Lantas bagaimana mungkin kami bisa rutin menggunakannnya? apakah boleh? ijin ke siapa?
“Bu RW mas.” Mba Dwi segera menjawab.
“Hmm….cerdas kau Mba Dwi!” jawabku tepat.
Yah kami harus datang ke Bu RW, menuangkan unek-unek kami yang selalu mengganjal hatiku disetiap menjelang tidur kami masing-masing..
Tepat 2 Minggu lamanya kami memantapkan diri untuk bisa melangkah setapak masuk ke halaman rumah Bu RW dari pagar rumah itu, disitulah rasa deg-degan kami muncul…aku sempat pesimis, jujur….tapi dengan keramah tamanah Beliau yang sangat hangat yang membuat aku yakin pasti akan goal project kami..begitu juga semangat Mba dwi yang tak selalu membuatku semangat mengerjakan project ini..
And finally, “Silahkan mas, mba…Ibu persilahkan”.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa, Terima Kasih…
Kami diijinkan untuk memakai ruangan yang selalu bisu di setiap akhir pekan, dan yah kami memilih waktu yang tepat yaitu Minggu dari sekitar jam 10 – 12 siang..dimana adik-adik libur dari rutinitas sekolah..
Saat itupulalah disetiap makan malam kami selalu membahas mimpi-mimpi kami buat adik-adik, adik-adik tercinta kami…adik-adik juara kami…adik-adik kami yang mungkin tidak punya angan-angan memiliki mimpi yang tinggi kareha himpitan ekonomi keluarga tetapi punya semangat untuk berusaha dan belajar…..dan kami yakin itu!!
Ide ini kemudian kami sampaikan juga ke Bang Pahala, dan beliau sangat mendukung sekali Taman Ilmu ini…beliau mulai mendukung kami untuk pengadaan buku-buku ajar dan segala hal yang dibutuhkan kami…
Apalagi semenjak didukung oleh rekan-rekan lainnya seperti Beriozka (Ka Ozka), Abdi (Ka Abdi), dan Yusuf (Ka Yusuf)….walaupun terkadang kami harus bergantian karena keseringan rekan-rekan tugas keluar kota…
Yah inilah……Taman Ilmuku, Taman Ilmu Mba Dwi, Taman Ilmu Bang Pahala, Abdi< Ozka, Yusuf, Taman Ilmu teman-teman, Taman Ilmu adik-adik, Taman Ilmu kita semua…..